Skip to content

terima kasih Anda telah menghargai hak cipta naskah-naskah dalam blog saya.

Footnote Enru 1980 – 1741 bagian 1

Berhubung pada saat copas dari naskah, footnote tidak ikut secara otomatis dan kesulitan untuk mencantumkan satu demi satu di setiap bagian, maka semua footnote/catatan kaki dari 10 bab pertama akan saya cantumkan di postingan ini.

1 – Pa Shnia

  1. Lu ha mang: “Siapa kamu?” adalah logat Zhangzhou, salah satu daerah di Fujian. Kebanyakan orang Hokkian yang bertandang ke tanah Batavia/Jawa di zaman itu berasal dari daerah Zhangzhou/Ciangciu
  2. Wong Feihung mengenakan tangzhuang yakni pakaian yang dikenakan pada Dinasti Qing. Menggantikan pakaian hanfu yang dikenakan orang-orang China pada masa sebelum Dinasti Qing.
  3. Pa Shnia: Penyebutan Batavia dalam dialek Hokkian logat Zhangzhou/Ciangciu
  4. “Siamik si ‘syuting’?” diterjemahkan menjadi “Apa artinya syuting?”
  5. tauke: bos, panggilan dari karyawan ke majikannya

2 – Peng Guan

  1. Bo li mao: tidak punya tata krama
  2. Tui bhe khi: maafkan saya
  3. Sinshe: Tuan; orang yang ahli di bidangnya.
  4. Holana adalah dialek Hokkian untuk penyebutan Belanda

3 – Yo Sinshe

  1. “Wan ce peng cho siami?” artinya “Sedang apa di sini?”
  2. Bantam: penyebutan Bantem di masa lalu

4 –

5 –

 

Seri baru: Seribu Pedang Sejuta Kenangan

Beribu maaf bagi yang menantikan update The White Jade. Sebagai gantinya, saya persembahkan Seribu Pedang Sejuta Kenangan. Mudah-mudahan dapat dinikmati dan saya terus punya feel untuk melanjutkannya hingga epilog nanti.

Sampai saat ini, saya masih belum dapat memperkirakan Seribu Pedang Sejuta Kenangan ini akan jadi berapa bab. Masih meraba-raba. Dari draft yang sudah ada, diperkirakan tidak akan sampai 40 bab. Tapi semuanya tergantung pada perkembangan cerita dan ide mendatang.

Selamat menikmati

https://liazhang.wordpress.com/seribu-pedang-sejuta-kenangan/

Saya kembali

Setelah lama tidak update blog ini, saya hadirkan cerpen/fiksimini untuk menghibur teman-teman semua. berturut-turut sampai Desember nanti, akan terbit masing-masing 1 fiksi mini yang bisa dibaca teman-teman.

sila membaca.

Hai

Mudah-mudahan tampilan baru blog ini memudahkan kalian dalam membaca tulisan-tulisan karangan saya.

Di tahun 2012 ini saya sedang menulis naskah novel dengan latar batavia pada tahun 1700-an. Selain itu saya juga tengah memperbarui kisah The White Jade agar lebih nyaman dan asyik dibaca oleh kalian. Jadi, dalam kesempatan ini pula saya mohon dukungan mungkin dalam bentuk doa, komentar dan saran juga bahan-bahan tentang kondisi Batavia di tahun 1700-an itu.

Tak ingin mengganggu acara baca kalian semua, lebih baik saya berhenti di sini untuk kembali fokus pada naskah. Selamat membaca. Semoga berkenan dan ditunggu komentar, saran dan kritik sepedas cabe rawit pun diterima.

Sambutan

Ternyata.. oh ternyata.. liazhang.wordpress ini tidak hanya diisi oleh cerita silat saja. Pelangi Sore Hari adalah cerita dengan latar waktu saat-saat ini dan di Jakarta!

Yeah.. walaupun tadinya aku buat cerita ini berlatar Taiwan (originalnya waktu ditulis saat SMA) tapi lalu diputuskan untuk diubah karena saya orang Jakarta bukan Taiwan.

Beberapa waktu lalu, saya pindah rumah. Saat itulah saya menemukan naskah ini dalam bentuk hardcopy tertumpuk majalah-majalah lama. Sempat saya bingung kapan saya tulis cerita ini. Namun… ada bukti otentik cerita ini saya tulis sendiri di jaman SMA. Salah satunya adalah sobekan kertas berisi draft cerita ini dengan tulisan tangan saya sendiri ada di buku-buku tua. Waktu itu… lalu teringatlah bahwa sebenarnya cerita Pelangi Sore Hari adalah secuplik dari Fan fiction yang saya buat di masa itu. Judul fan fic itu My Dream lalu berubah menjadi Xia Wu.

Berhari-hari kemudian, saya tulis ulang Pelangi Sore Hari karena soft copy-nya tidak ada (mungkin ada dalam disket yang sudah telanjur saya hancurkan sebelumnya. Maklum, laptop sekarang tidak punya flopy disc). Tentu saja… sementara menulis ulang, banyak pula penambahan baru dan ada pula sedikit perubahan. Yang jelas, cerita ini tentu lebih matang dari cerita aslinya yang hanya 7oan halaman itu.

Ah.. kalau begitu… selamat menikmati.. eh.. selamat membaca. Cerita baru tapi lama, lama tapi baru. Saya sangat menantikan saran dan kritik dari kalian yang membaca cerita ini. Boleh sepedas paprika, boleh juga sepedas cabe merah. Tidak perlu takut karena saya tidak mungkin menendang kalian. (Setidaknya di dunia maya ini)

Salam kasih,

Liazhang.

Jianshi Mushi (Pendeta Vampire)

Malam selalu menjadi momok yang menakutkan di kampungku. Sejak seorang murid pendeta yang melintasi kampungku digigit oleh vampire yang mereka bawa.
Namun, orang-orang luar sana tak percaya akan adanya vampire. Mereka justru datang ke kampung kami untuk membuktikan vampire itu hanya bualan kami semata.
Hingga suatu hari… tiga orang mahasiswa berkunjung ke desa kami, teror vampire segera mengikuti kemanapun langkah kami.
ikuti kisahnya di majalah Post Media edisi 3 beredar minggu depan

Kata Pengantar

Terima kasih telah mengunjungi blog-ku yang kesekian ini. Blog kali ini khusus ditampilkan cerita-cerita silat yang ditulis sendiri oleh penulis dan tadinya hanya untuk konsumsi pribadi semata.

The White Jade yang ditampilkan dalam blog ini bukanlah tulisan pertama. Namun cerita ini yang paling berkesan dan paling matang dibandingkan cerita-cerita yang pernah ditulis sebelumnya sehingga terpilih sebagai tulisan pertama yang ditampilkan dalam blog ini meskipun masih dalam proses penyelesaian. The White Jade juga merupakan perkembangan dari cerita Bai Leng Yu yang nantinya akan ditampilkan juga di blog ini, tentu setelah cerita The White Jade berakhir.

Dalam cerita The White Jade ini,  memang akan banyak dijumpai istilah-istilah asing. Mulai sekarang, padanan istilah asing tersebut telah dapat diakses di : istilah & padanannya

Akhir kata, dari penulis memohon saran dan kritik untuk tulisan-tulisan selanjutnya.

Terima kasih. ^^

lia-zhang